*YOGYAKARTA -* Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan ultimatum keras kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarekat Islam (SI). SEMMI DIY mendesak agar DPP segera mensterilkan organisasi dari segala bentuk intervensi Bintang Wahyu Saputra di semua lini Syarekat Islam dan organisasi di bawahnya.
Ultimatum tersebut dikeluarkan menyusul manuver Bintang Wahyu Saputra yang dinilai telah melampaui batas sebagai Staf Menteri namun masih terus melakukan cawe-cawe di internal SEMMI.
“SEMMI bukan bemper jabatan. Kami minta DPP Syarekat Islam tegas, sterilkan organisasi dari Bintang Wahyu Saputra. Copot dari semua yang berkaitan dengan Syarekat Islam,” tegas Ketua SEMMI DIY dalam keterangan persnya, Minggu (28/9).
SEMMI DIY membeberkan tiga alasan utama di balik desakan tersebut:
*1. Intervensi Brutal di Kongres Tangerang Selatan*
SEMMI DIY menilai Bintang terlalu jauh mengintervensi hasil Kongres SEMMI di Tangerang Selatan. Kongres yang seharusnya menjadi forum kedaulatan kader, justru dicoba dikendalikan untuk kepentingan kelompoknya. Hal ini dinilai merusak integritas dan Marwah SEMMI sebagai organisasi kader.
*2. Menjadikan SEMMI Sebagai Tameng Jabatan Staf Menteri*
Posisi Bintang sebagai Staf Menteri P2MI seharusnya dijaga dengan etika. Namun faktanya, SEMMI justru ingin dijadikan sebagai organisasi yang membentengi posisinya. SEMMI DIY menegaskan, SEMMI adalah organisasi perjuangan mahasiswa Islam, bukan alat untuk membangun pagar kekuasaan personal di kementerian.
*3. Diskriminasi Terhadap Kader*
Praktik diskriminasi kader menjadi puncak kekecewaan. Bintang dinilai melakukan pembelahan, hanya merangkul kader yang loyal padanya dan menyingkirkan kader yang kritis. Pola ini dinilai sangat berbahaya bagi keberlangsungan regenerasi SEMMI.
SEMMI DIY menegaskan, jika DPP Syarekat Islam tidak segera mengambil sikap, maka konflik internal akan semakin meluas dan merusak citra Syarekat Islam sendiri sebagai induk perjuangan.
“Kami beri ultimatum. DPP harus memilih, menyelamatkan organisasi atau menyelamatkan satu orang Staf Menteri yang haus intervensi,” tutupnya.
Lewati ke konten








